Jombang, 24 September 2026 — Ketika berbicara tentang kaligrafi, yang sering kali pertama terbayang adalah tulisan Arab yang indah, rapi, dan memiliki karakter estetis. Namun, di balik keindahan itu ada satu hal yang lebih mendasar: ketepatan dalam menulis huruf Arab.
Tidak semua orang harus menjadi seorang kaligrafer. Tidak semua orang pula harus mencapai tingkat keindahan tertentu dalam menulis khat. Tetapi bagi seorang Muslim, kemampuan menulis huruf Arab dengan baik dan benar merupakan hal penting yang perlu dipahami.
Karena itu, kemampuan menulis Arab dengan benar menjadi hal yang penting, bahkan sebelum berbicara tentang keindahan tulisan.
Dari Kaligrafi ke Ruang Kelas
Berangkat dari semangat tersebut, Pondok Pesantren SAKAL Denanyar Jombang, sebagai lembaga yang secara khusus memberikan pendidikan kaligrafi Islam dengan sistem bersanad, turut mengambil bagian dalam penguatan kemampuan menulis Arab di lingkungan pendidikan dasar.
Pada 24 September 2026, SAKAL bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dalam kegiatan pelatihan menulis Arab yang baik dan benar sebagai bagian dari peningkatan kapasitas Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di sembilan Sekolah Dasar di Kabupaten Jombang. Masing-masing sekolah mendapatkan pendampingan dari satu hingga dua guru dari SAKAL, sementara para peserta merupakan guru-guru PAI Sekolah Dasar di Kabupaten Jombang.
Pelatihan berlangsung kurang lebih selama dua jam. Waktu yang relatif singkat tersebut dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang langsung dan praktis.
Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat dari narasumber mengenai dasar-dasar penulisan huruf Arab. Setelah itu, guru dari SAKAL memberikan contoh sekaligus demonstrasi bagaimana huruf-huruf Arab ditulis dengan bentuk yang tepat.
Para peserta kemudian mengikuti contoh tersebut dengan praktik menulis secara langsung. Jadi, pelatihan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi peserta juga diajak untuk melihat, mencoba, dan merasakan sendiri proses menulisnya.
Setelah praktik, hasil tulisan peserta kemudian mendapatkan evaluasi. Dari sini, peserta dapat melihat bagian-bagian yang sudah tepat maupun yang masih perlu diperbaiki.
Dua Jam yang Diharapkan Menjadi Awal
Tentu, dua jam bukanlah waktu yang cukup untuk membuat seseorang menguasai kemampuan menulis Arab secara keseluruhan. Kaligrafi sendiri membutuhkan proses belajar, latihan, koreksi, dan pengulangan yang panjang.
Namun, pelatihan ini tidak harus dilihat sebagai proses untuk langsung menjadi mahir. Ada sesuatu yang lebih sederhana yang ingin dibawa pulang oleh para peserta: pencerahan tentang pentingnya menulis huruf Arab dengan benar.
Dari sana, diharapkan para guru memiliki bekal yang lebih baik untuk mengajarkan tulisan Arab kepada para siswa. Sebab, sebelum berbicara mengenai tulisan yang indah, ada dasar yang perlu dijaga terlebih dahulu, yaitu ketepatan dalam mengenali dan menulis huruf.
SAKAL juga membuka ruang bagi peserta yang ingin melanjutkan latihan setelah kegiatan selesai. Pembelajaran dapat diteruskan melalui berbagai bentuk, mulai dari setoran secara online, pembelajaran privat, maupun latihan secara kolektif.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti ketika dua jam pelatihan berakhir. Dua jam tersebut diharapkan menjadi pintu awal bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kemampuan menulis Arabnya dan kemudian melanjutkan proses belajar secara lebih mendalam.
Bagi SAKAL, berbagi kemampuan menulis Arab bukan hanya tentang memperkenalkan kaligrafi sebagai seni. Lebih dari itu, ada upaya untuk mendekatkan kembali masyarakat, khususnya para pendidik, kepada huruf Arab melalui proses belajar yang tepat.
Sebuah langkah kecil, dengan harapan lahir pemahaman dan kebiasaan yang lebih baik dalam menulis huruf Arab.