

Jombang – Pesantren Kaligrafi Sakal berhasil meraih penghargaan dalam ajang PWI Jombang Award 2026 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional 2026. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (8/4/2026) di Yusro Hotel dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Jombang menjadi momentum penting bagi insan pers untuk memperkuat peran strategisnya sebagai pilar keempat demokrasi. Melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang ini, berbagai elemen masyarakat, pemerintah, hingga komunitas turut dilibatkan dalam rangka memperkuat sinergi dan menjaga kondusivitas daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang menegaskan bahwa pers dituntut untuk tetap profesional, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital yang semakin cepat. Selain itu, pers juga diharapkan mampu menjaga kualitas informasi serta berperan aktif dalam menangkal hoaks dan disinformasi di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, PWI Jombang turut memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, lembaga, dan komunitas yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat melalui PWI Jombang Award 2026. Penghargaan ini diberikan berdasarkan aspek inovasi, dampak sosial, serta konsistensi dalam berkarya dan berkontribusi.
Dalam kesempatan tersebut, Pesantren Kaligrafi Sakal dinilai layak menerima penghargaan atas dedikasinya dalam melestarikan seni kaligrafi Al-Qur’an sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam.
Berlokasi di kawasan Denanyar, Jombang, pesantren ini dikenal sebagai pusat pembelajaran kaligrafi yang tetap mempertahankan metode klasik di tengah arus modernisasi. Aktivitas para santri tidak hanya berfokus pada keindahan tulisan, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, ketelitian, serta kedalaman spiritual dalam setiap proses belajar.
Pesantren Kaligrafi Sakal berawal dari sebuah sanggar kecil bernama Aksara yang didirikan pada tahun 2001. Seiring perkembangannya, lembaga ini terus berkomitmen menjaga kemurnian sanad keilmuan kaligrafi. Di bawah arahan Direktur Sakal, Ustadz Atho’illah, pembelajaran tidak hanya menekankan aspek estetika, tetapi juga nilai ibadah dan pembinaan karakter.
Sejak tahun 2013, Sakal mengadopsi Manhaj Hamidi, yakni metode klasik dalam pembelajaran khat yang menuntut ketelitian tinggi. Santri dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan dasar hingga tingkat lanjutan, termasuk mempelajari sejarah kaligrafi, pembuatan alat tulis tradisional, serta pendalaman kitab kuning.
Perkembangan Sakal juga menjangkau tingkat yang lebih luas melalui kelas daring dan jaringan sanggar di berbagai daerah. Sejumlah santri bahkan telah berpartisipasi dalam ajang internasional seperti IRCICA di Turki dan Al-Safir di Irak, yang semakin menguatkan posisi lembaga ini di kancah kaligrafi dunia.
Penghargaan yang diraih dalam ajang PWI Jombang Award 2026 ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pesantren Kaligrafi Sakal untuk terus berkontribusi dalam melestarikan seni kaligrafi Al-Qur’an serta mencetak generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga berakhlak dan berjiwa seni Islami.