Rihlah Fanniyah SAKAL Jombang: Menimba Inspirasi, Memperluas Wawasan Seni

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.0000,0.0000; motionR: 0; delta:1; bokeh:1; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 4194304;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 178.9629;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

Belajar kaligrafi tidak hanya dilakukan di atas lembaran kertas atau di dalam ruang kelas. Seorang seniman juga perlu membuka mata terhadap keindahan alam, menyaksikan karya-karya seni secara langsung, berdialog dengan para maestro, serta mengambil hikmah dari setiap perjalanan. Atas semangat inilah, Pondok Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang mengadakan Rihlah Fanniyahpada Selasa, 30 Juni 2026.

Perjalanan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dari Pondok Pesantren SAKAL Jombang menuju beberapa destinasi di Kota Malang. Rihlah ini bukan sekadar agenda rekreasi, tetapi menjadi media belajar yang memperluas wawasan seni, mempererat ukhuwah, sekaligus menumbuhkan semangat berkarya bagi seluruh santri.

Destinasi pertama adalah Santerra de Lapontedi Pujon, Malang. Keindahan taman, aneka bunga, dan tata ruang yang artistik menjadi penyegar mata sekaligus pengingat bahwa keindahan merupakan bahasa universal yang mampu menginspirasi setiap seniman. Bagi seorang kaligrafer, kepekaan terhadap bentuk, warna, komposisi, dan harmoni visual merupakan bekal penting dalam melahirkan karya yang bernilai.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju pameran sketsa di Dewan Kesenian Malang (DKM). Sebelum sesi diskusi dimulai, para santri terlebih dahulu menikmati karya-karya yang dipamerkan. Berbagai sketsa dengan tema, karakter goresan, dan pendekatan visual yang beragam menghadirkan pengalaman artistik yang memperkaya sudut pandang mereka.

Para santri tidak sekadar melihat setiap karya yang terpajang, tetapi berusaha menyelami proses kreatif di balik setiap garis, komposisi, tekstur, dan permainan cahaya yang dihadirkan oleh para seniman. Dari sana mereka belajar bahwa sebuah garis yang tampak sederhana dapat menyimpan emosi, cerita, dan filosofi yang mendalam apabila lahir dari proses penghayatan yang kuat.

Pengalaman tersebut menjadi latihan berharga dalam membangun sensitivitas artistik. Seorang kaligrafer tidak hanya dituntut mampu menulis huruf Arab dengan indah, tetapi juga memiliki kepekaan dalam membaca bahasa visual dari berbagai cabang seni. Sebab pada hakikatnya, setiap karya seni lahir dari ketajaman pengamatan, kedalaman perenungan, dan latihan yang terus-menerus.

Setelah menikmati pameran, para santri mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk berdialog langsung dengan Ust. Bambang Priyadi, salah satu sesepuh SAKAL sekaligus guru dari Ust. Atho’illah, Pengasuh Pondok Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Ust. Bambang membagikan kisah panjang perjalanan beliau di dunia seni. Beliau mengawali kiprahnya sebagai seniman komik. Namun, ketertarikan terhadap keunikan huruf Arab—khususnya karakter tebal-tipis goresannya yang begitu dinamis—membawa beliau menekuni seni kaligrafi. Dari sana, perjalanan seninya terus berkembang hingga mendalami berbagai cabang seni lainnya, seperti seni lukis dan seni tezhib.

Ketekunan tersebut mengantarkan beliau menjadi salah satu peserta pameran seni Islam internasional di Aljazair sebagai wakil Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, beliau berangkat bersama Ust. Rouf, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar SAKAL. Pengalaman itu menjadi bukti bahwa dedikasi, kesungguhan belajar, dan kecintaan terhadap seni mampu mengantarkan seorang seniman menembus panggung internasional.

Lebih dari sekadar menceritakan perjalanan hidupnya, Ust. Bambang memperlihatkan keluasan cara pandang dalam memahami seni. Beliau dikenal memiliki sensitivitas yang tinggi dalam melihat karya seni, khususnya kaligrafi. Menurut beliau, kaligrafi tidak cukup dipahami hanya sebagai keterampilan menulis huruf Arab yang indah. Sebuah karya kaligrafi perlu didekati dari berbagai sudut pandang, mulai dari nilai filosofis yang dikandungnya, perjalanan sejarah perkembangannya, hubungannya dengan budaya, hingga perbandingannya dengan berbagai cabang seni lainnya.

Keluasan perspektif tersebut lahir dari kecintaan beliau terhadap dunia seni secara menyeluruh. Selain mendalami seni komik, kaligrafi, seni lukis, dan tezhib, beliau juga memahami seni wayang kulit serta dikenal sebagai penikmat sastra. Pengalaman lintas disiplin inilah yang memperkaya cara beliau membaca sebuah karya seni. Bagi beliau, setiap cabang seni saling terhubung dan dapat saling memperkaya cara pandang seorang seniman.

Salah satu pesan yang sangat membekas bagi para santri adalah pentingnya kemampuan mengomunikasikan karya kepada masyarakat. Beliau berpesan bahwa seorang kaligrafer tidak cukup hanya menghasilkan karya yang baik, tetapi juga perlu memperkenalkannya kepada khalayak, baik melalui pameran, diskusi, maupun berbagai platform media. Di era digital seperti saat ini, kemampuan membangun komunikasi publik menjadi bagian penting dari perjalanan seorang seniman agar karya yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak orang serta memberikan manfaat yang lebih luas.

Antusiasme para santri SAKAL terlihat saat mengikuti sesi demonstrasi dan praktik dengan seniman DKM

Setelah sesi diskusi yang penuh inspirasi, rombongan melaksanakan salat berjamaah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kampung Heritage Kayutangan, salah satu kawasan bersejarah di Kota Malang. Di kawasan tersebut, para santri menikmati suasana kota lama yang masih terjaga, mengamati keindahan arsitektur bangunan, serta merasakan denyut sejarah yang masih hidup di tengah masyarakat.

Kunjungan ini memberikan pelajaran bahwa seni tidak hanya hadir pada kanvas atau lembar kaligrafi, tetapi juga hidup dalam arsitektur, tata ruang, dan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kepekaan seorang seniman akan semakin kaya ketika ia mampu membaca nilai-nilai estetika yang hadir dalam berbagai bentuk kehidupan.

Sebelum kembali ke Jombang, rombongan juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah salah seorang santri SAKAL. Momen sederhana tersebut menjadi penutup perjalanan yang semakin mempererat ukhuwah dan rasa kekeluargaan di antara seluruh keluarga besar SAKAL.

Rihlah Fanniyah tahun ini memberikan pelajaran berharga bahwa menjadi seniman berarti terus belajar, membuka diri terhadap berbagai pengalaman, dan memperluas cara pandang. Inspirasi dapat lahir dari alam, dari karya seni, dari sejarah, dari budaya, maupun dari perjumpaan dengan para guru yang telah lebih dahulu menapaki jalan panjang dunia seni.

Semoga perjalanan ini menjadi bekal bagi seluruh santri SAKAL untuk terus mengasah kepekaan rasa, memperluas wawasan, menjaga semangat belajar, serta melahirkan karya-karya kaligrafi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya makna, berakar pada tradisi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Pembukaan Dauroh Ramadhan 2026 di Pesantren Kaligrafi Sakal Berlangsung Khidmat

Pembukaan Dauroh Ramadhan 2026 di Pesantren Kaligrafi Sakal Berlangsung Khidmat

Semarak Hari Santri 2025: 104 Peserta Meriahkan Lomba Lukis Kaligrafi Islam di Jombang

Semarak Hari Santri 2025: 104 Peserta Meriahkan Lomba Lukis Kaligrafi Islam di Jombang

Matasa 2025-2026: Menyambut Santri Baru dengan Semangat, Ukhuwah, dan Harapan di Pesantren Kaligrafi Sakal

Matasa 2025-2026: Menyambut Santri Baru dengan Semangat, Ukhuwah, dan Harapan di Pesantren Kaligrafi Sakal

Workshop Zukhrufah: Merajut Warisan, Mengukir Keindahan – Menggali Makna Seni Kaligrafi bersama Ustadz Zainul Mujib, M.Pd.

Workshop Zukhrufah: Merajut Warisan, Mengukir Keindahan – Menggali Makna Seni Kaligrafi bersama Ustadz Zainul Mujib, M.Pd.

SEMINAR KALIGRAFI DI PONDOK MODERN AL-ISLAM SUKOMORO HADIRKAN MUZAHHRIF INTERNASIONAL

SEMINAR KALIGRAFI DI PONDOK MODERN AL-ISLAM SUKOMORO HADIRKAN MUZAHHRIF INTERNASIONAL

Dauroh Kaligrafi Al-Qur’an Spesial Ramadhan

Dauroh Kaligrafi Al-Qur’an Spesial Ramadhan