

Denanyar, Jombang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pesantren Kaligrafi SAKAL. Sebanyak tujuh santri berhasil meraih penghargaan dalam ajang Warith Al-Anbiyaa International Arabic Calligraphy Competition Edisi III Tahun 2025 yang diselenggarakan di Iraq oleh Walqalam Center for Arabic Calligraphy bekerja sama dengan House of the Holy Quran – Imam Hussein Holy Shrine.
Pengumuman resmi pemenang lomba kaligrafi internasional tersebut dilaksanakan pada 8 Desember 2025. Ajang ini merupakan kompetisi bergengsi tingkat internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan mempertandingkan sejumlah cabang khat klasik.
Dalam kompetisi tersebut, santri Pesantren Kaligrafi SAKAL berhasil meraih prestasi pada cabang Khat Riq‘ah dan Khat Diwani, dengan rincian sebagai berikut:
Kategori Khat Riq‘ah
Ahmad Maghfuri Nabilil Waro – Juara I
Muhammad Badruttamam – Juara Harapan IV
Muhammad Nasrul Ma‘ani – Juara Harapan V
Muhammad Anshorullah – Juara Apresiasi III
Kategori Khat Diwani
Ihsanuddin – Juara Harapan III
Dede Ardianto – Juara Apresiasi II
Rayhan Afandi – Juara Apresiasi V
Capaian ini menunjukkan konsistensi Pesantren Kaligrafi SAKAL dalam membina santri melalui pembelajaran kaligrafi yang berlandaskan kaidah, ketekunan, dan adab.

Salah satu pemenang, Ahmad Maghfuri Nabilil Waro, yang meraih Juara I Khat Riq‘ah, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah atas hasil ini. Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas tulisan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses latihan di Pesantren Kaligrafi SAKAL dijalani secara rutin dan bertahap.
“Di Pesantren Kaligrafi SAKAL kami tidak hanya diajarkan teknik menulis, tetapi juga adab, kesabaran, dan ketekunan dalam menjaga kaidah khat,” tambahnya.
Ke depan, ia berharap dapat terus istiqamah dalam menekuni seni kaligrafi dan ikut berkontribusi dalam menjaga keindahan tulisan Al-Qur’an.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa Pesantren Kaligrafi SAKAL Denanyar, Jombang, terus berkomitmen mencetak generasi kaligrafer yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjaga warisan seni kaligrafi Islam.