Sejarah Pesantren Kaligrafi SAKAL

Sekolah Kaligrafi Alquran (SAKAL), merupakan salah satu pilihan program pendidikan khusus yang terdapat di asrama Sunan Ampel PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, yang merupakan cikal bakal berdirinya Pesantren Kaligrafi SAKAL. Berdirinya  sekolah kaligrafi alquran merupakan hasil pemikiran  3 guru ekstra  kaligrafi yang terdapat di asrama tersebut, yaitu Ust. Atho’illah, Ust. Rosyikin, dan Ust. Sumarsono. Kemudian hal tersebut disowankan kepada pengasuh asrama sunan ampel Kh. Ahmad Wazir Ali, dan Kh. Imam Haromain, yang kemudian beliau berdua merestui dan mengizinkan SAKAL berdiri, pada tahun 2009.

SAKAL mempunyai program pendidikan yang terstruktur layaknya sekolah pada umumnya, baik kurikulum, KBM, serta mangementnya. Selain mempunyai progam khusus dibidang kaligrafi, namun SAKAL juga memadukan pelajaran agama di dalam nya, seperti, Fiqih, Imla, Nahwu Shorof, Bahasa Arab, dsb.

Awal berdirinya SAKAL hanya mempunyai 1 program, yaitu “program regular Aliyah” (yang merupakan santri aliyah Asrama Sunan Ampel), yang mempunyai durasi menempuh pembelajaran selama 3 tahun. Program Aliyah mempunyai 3 tingkatan diantaranya kelas 1, kelas 2, kelas 3. Program tersebut selain memadukan antara kurikulum SAKAL dan kurikulum pesantren. Seiring berjalannya waktu, dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mempelajari kaligrafi arab (khat), di tahun 2016 SAKAL membuka program baru yaitu “ Program Kelas Online”. Kelas online hadir sebagai jembatan untuk mewadahi public untuk dapat belajar kaligrafi arab namun terkendala oleh batas ruang dan waktu. Masifnya 2 program tersebut, kemudian di tahun-tahun berikutnya banyak berdatangan tidak hanya siswa seusia aliyah, namun lebih banyak pada anak sudah tamat sekolah, dari kasus ini SAKAL di tahun 2019 menambah program yang ke-3 yaitu “Program Pasca Aliyah”. Adapun durasi pendidikan program pasca aliyah selama 1 tahun dengan target minimal dapat menyelesaikan 3 ijazah khat, yaitu Riqah, diwani, Diwani Jali.

Pesantren Masa Kini

Hingga saat ini, 3 program tersebut masih berjalan dengan baik, juga semakin meningkat pula kualitas dan kuantitas santrinya. Hal ini disadari oleh kepala sekolah SAKAL Ust. Atho’illah, kemudian dari pihak pengasuh asrama sunan ampel, KH. Ahmad Wazir Ali mengusahakan untuk mendirikan asarama khusus secara mandiri untuk santri SAKAL, yang saat ini dikenal dengan “ Pesantren Kaligrafi SAKAL” yang masih berada dkawasan Denanyar Jombang.

Peletakan batu pertama dalam pembangunan pesantren Kaligrafi SAKAL tepatnya pada tanggal 11 November 2021. Kemudian pesantren kaligrafi SAKAL terdaftar secara resmi di Kementrian Agama pada tahun 2022. Pesantren Kaligrafi SAKAL saat ini masih mempunyai 3 lokal ruang, 1 untuk kamar dan 2 sisanya untuk ruang kelas, yang dikhususkan untuk program pasca aliyah putra.  Sedangkan santri pasca putri masih include dengan santri aliyah yaitu di asrama sunan ampel putri.

Selain program KBM formal pesantren untuk santri, Pesantren Kaligrafi SAKAL juga mempunyai program pelayanan public, diantaranya dengan adanya kelas liburan dan daurah ramadhan setiap tahunnya.