

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Indonesia di kancah internasional. Bukhori Ibnu Athoillah, santri Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang, berhasil meraih juara 3 dalam kategori Diwani pada Kompetisi Kaligrafi Internasional ke-13 tahun 2025 yang diselenggarakan oleh IRCICA (Research Centre for Islamic History, Art and Culture).
Kompetisi bergengsi ini mempertemukan para kaligrafer muda dari berbagai negara untuk menunjukkan kemahiran mereka dalam seni kaligrafi Islam. Ustadz Bukhori Ibnu ‘Athollah berhasil mengukir prestasi dengan karyanya dalam gaya tulisan Diwani, salah satu gaya kaligrafi Arab yang terkenal dengan keindahan dan kerumitan bentuknya.
Dalam kompetisi yang berlangsung ketat ini, Ust.Ibnu harus bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai negara. Karyanya yang menampilkan keindahan kaligrafi Diwani berhasil menarik perhatian juri internasional dan mengantarkannya meraih posisi ketiga.
Tentang IRCICA
IRCICA (Research Centre for Islamic History, Art and Culture) adalah sebuah lembaga penelitian internasional yang bernaung di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Didirikan pada tahun 1980 dan berkantor pusat di Istanbul, Turki, IRCICA memiliki misi utama untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan warisan sejarah, seni, dan budaya Islam.
Lembaga ini secara rutin menyelenggarakan berbagai kompetisi internasional, termasuk kompetisi kaligrafi yang telah menjadi ajang bergengsi bagi para kaligrafer Muslim di seluruh dunia. Kompetisi Kaligrafi Internasional IRCICA yang ke-13 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melestarikan seni kaligrafi Islam dan mendorong generasi muda Muslim mengembangkan bakat mereka dalam bidang seni tradisional Islam.
Kebanggaan Pesantren SAKAL Jombang
Pencapaian Ust.Ibnu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang, yang dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran kaligrafi terkemuka di Indonesia. Pesantren ini telah melahirkan banyak kaligrafer handal yang tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Ust.Ibnu. Ini membuktikan bahwa pendidikan kaligrafi di pesantren kami mampu menghasilkan karya-karya berkualitas internasional,” ujar salah seorang pengurus pesantren.
Prestasi ini juga membuktikan bahwa pendidikan pesantren di Indonesia mampu menghasilkan santri-santri yang berprestasi di kancah global, sekaligus menjaga kelestarian seni dan budaya Islam tradisional.
Seni Kaligrafi Diwani
Kaligrafi Diwani yang menjadi kategori juara Saudara Bukhori Ibnu ‘Athoillah merupakan salah satu gaya kaligrafi Arab yang berkembang pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Gaya ini dikenal dengan karakteristiknya yang elegan, dengan huruf-huruf yang saling terhubung dan membentuk komposisi yang harmonis. Divani sering digunakan untuk menulis dokumen-dokumen resmi kerajaan dan karya-karya sastra.
Dengan raihan juara 3 dalam Kompetisi Kaligrafi Internasional ke-13 IRCICA tahun 2025 ini, Ust.Bukhori Ibnu Athoillah telah mengharumkan nama Indonesia dan menunjukkan kepada dunia bahwa generasi muda Muslim Indonesia memiliki dedikasi tinggi dalam melestarikan warisan seni Islam yang bernilai tinggi.
Masyaallah, memang hebat pondok ini dalam melahirkan juara juara hebat…josss👍