Pembukaan Dauroh Ramadhan 2026 di Pesantren Kaligrafi Sakal Berlangsung Khidmat

Program dauroh Ramadhan 2026 resmi dibuka pada Rabu sore, 18 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pendalaman seni kaligrafi Islam melalui penerapan manhaj Hamidi serta pengajian kitab-kitab khatt sebagai landasan teoritis dan praktis dalam proses pembelajaran.

Dauroh tahun ini diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari 28 santri putra dan 19 santri putri. Program ini diselenggarakan sebagai upaya memperdalam kemampuan teknis penulisan kaligrafi Islam sekaligus menanamkan nilai kesabaran, ketelitian, serta adab dalam proses belajar. Selain itu, dauroh ini juga menjadi sarana menjaga tradisi keilmuan kaligrafi Islam agar terus berkembang di kalangan generasi muda.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan direktur pesantren, Ust. Atho’illah, yang menceritakan sejarah berdirinya pesantren, pentingnya mempelajari kaligrafi Islam secara benar, serta bekal mental dan spiritual yang diperlukan seorang pelajar khatt agar mampu mencapai keberhasilan. Beliau menegaskan bahwa belajar kaligrafi bukan sekadar keterampilan menulis, tetapi juga proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Selanjutnya, pengenalan manhaj Hamidi disampaikan oleh Ust. Mahfudi Rosyid, yang menjelaskan sistem pembelajaran, tahapan latihan, serta metode evaluasi yang akan diterapkan selama dauroh berlangsung. Penjelasan ini memberikan gambaran awal kepada peserta tentang arah pembelajaran yang akan dijalani.

Sambutan berikutnya disampaikan ketua panitia, Ust. Bedruttamam, yang memaparkan rangkaian kegiatan dauroh, termasuk program tambahan seperti workshop zukhrufah (ornamen kaligrafi) dan pelatihan pembuatan kertas muqohhar sebagai media tradisional penulisan khatt.

Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Rifqi Dzulqornain, memohon keberkahan serta kelancaran seluruh rangkaian dauroh agar membawa manfaat bagi para peserta dan pengembangan seni kaligrafi Islam.

Dengan terselenggaranya dauroh Ramadhan ini, diharapkan para peserta tidak hanya semakin terampil dalam seni kaligrafi Islam, tetapi juga tumbuh kecintaan terhadap tradisi keilmuan Islam serta mampu menjaga dan mengembangkan warisan kaligrafi Islam di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Semarak Hari Santri 2025: 104 Peserta Meriahkan Lomba Lukis Kaligrafi Islam di Jombang

Semarak Hari Santri 2025: 104 Peserta Meriahkan Lomba Lukis Kaligrafi Islam di Jombang

Matasa 2025-2026: Menyambut Santri Baru dengan Semangat, Ukhuwah, dan Harapan di Pesantren Kaligrafi Sakal

Matasa 2025-2026: Menyambut Santri Baru dengan Semangat, Ukhuwah, dan Harapan di Pesantren Kaligrafi Sakal

Workshop Zukhrufah: Merajut Warisan, Mengukir Keindahan – Menggali Makna Seni Kaligrafi bersama Ustadz Zainul Mujib, M.Pd.

Workshop Zukhrufah: Merajut Warisan, Mengukir Keindahan – Menggali Makna Seni Kaligrafi bersama Ustadz Zainul Mujib, M.Pd.

SEMINAR KALIGRAFI DI PONDOK MODERN AL-ISLAM SUKOMORO HADIRKAN MUZAHHRIF INTERNASIONAL

SEMINAR KALIGRAFI DI PONDOK MODERN AL-ISLAM SUKOMORO HADIRKAN MUZAHHRIF INTERNASIONAL

Dauroh Kaligrafi Al-Qur’an Spesial Ramadhan

Dauroh Kaligrafi Al-Qur’an Spesial Ramadhan