Goresan, Inspirasi, dan Silaturahmi: Rihlah Santri SAKAL ke Pesantren HAAC (Hamdullah al-Amasy Art Center) Gembong Pati

Rihlah Tahunan Santri Pesantren Kaligrafi SAKAL ke Pesantren HAAC: Menyulam Ilmu dan Semangat dalam Seni Kaligrafi

 

Santri Pesantren Kaligrafi SAKAL berfoto bersama dengan Ust. Huda Purnawadi usai penutupan kegiatan rihlah

Jombang, 18 Juli 2025- Setiap tahun, Pesantren Kaligrafi SAKAL mengadakan rihlah atau kunjungan yang sudah jadi tradisi. Untuk tahun ajaran ini, Pesantren Kaligrafi SAKAL melaksanakan rihlah  ke Pesantren HAAC (Hamdullah al-Amasy Art Center) di Gembong, Pati. Kegiatan ini bukan cuma soal bertemu, tapi juga ajang bertukar ilmu, pengalaman, dan membakar semangat baru bagi para santri, terutama yang masih baru belajar kaligrafi.

Sambutan Penuh Semangat dari Ketua Bidang Kurikulum SAKAL

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ustadz Mahfudzi Rasyid, ketua bidang kurikulum Pesantren Kaligrafi SAKAL. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan terima kasih yang dalam kepada semua pihak yang mendukung kegiatan rihlah. Ustadz Mahfudz menegaskan bahwa niat utama dari perjalanan ini adalah mencari ilmu baru dan menyegarkan semangat para santri. Apalagi, bagi para santri baru, kesempatan ini sangat berharga untuk memahami lebih jauh tentang kaligrafi dan membangun motivasi belajar yang kuat.

Doa dan Harapan yang Mengalir dari Ustadz Fauzi

Setelah sambutan, suasana menjadi lebih khusyuk saat Ustadz Fauzi memimpin doa bersama. Momen ini memberi gairah spiritual dan harapan agar setiap langkah para santri dan guru senantiasa diberkahi dan diberi kemudahan dalam perjalanan menuntut ilmu kaligrafi.

Tukar Kenang-Kenangan: Simbol Persahabatan dan Apresiasi

Sebagai ungkapan penghargaan dan simbol persahabatan, pesantren SAKAL memberikan hadiah istimewa berupa bingkai kaligrafi berkhath Tsuluts, karya maestro kaligrafi Abdurrahman Depeler. Sebagai balasan, Pesantren HAAC menyerahkan kenang-kenangan berupa karya khat Tsuluts lafadz jalalah yang tulis dengan sangat indah oleh Ustadz Huda Purnawadi. Momen tukar kenang-kenangan ini memperjelas betapa eratnya hubungan antar pesantren dalam menjaga tradisi dan seni kaligrafi.

Berbagi Ilmu dari Perjalanan Seorang Maestro Kaligrafi dan Pengasuh Pesantren HAAC: Ustadz Huda Purnawadi

Acara inti dari rihlah ini adalah sesi sharing ilmu yang dipandu Ustaz Huda Purnawadi. Beliau adalah sosok yang sudah menekuni seni kaligrafi sejak sangat muda. Perjalanan kaligrafinya dimulai dari kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah, dan semangat belajarnya makin tumbuh ketika melihat guru diniyah di kelas 1 dan 2 menulis Arab di papan tulis dengan indah. Atas arahan gurunya, beliau mulai belajar otodidak dengan membeli buku dan menggali referensi mandiri sebagai bekal.

Lanjut mondok di Kudus, Ustaz Huda belajar kaligrafi dari almarhum Ustadz Nur Aufa Sidiq ,Setelah sempat vakum karena kuliah, tahun 2013 beliau fokus kembali untuk memperdalam kaligrafi. Dari pengalaman tersebut, beliau yakin bahwa orang Indonesia juga mampu meraih juara di kompetisi internasional kaligrafi.

Beliau menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan ada pada niat memperbaharui semangat belajar, niat menghidupkan ayat-ayat Allah (ayatullah), dan mental yang kuat untuk terus konsisten berkarya walau banyak tantangan.

Tips Praktis dalam Seni Kaligrafi: Dari Qolib sampai Penggoresan Pena

Selain cerita perjalanan, Ustadz Huda juga membagikan ilmu teknis yang sangat bermanfaat. Mulai dari pembuatan qolib , pemilihan jenis kertas muqohhar yang tepat, meracik tinta agar warnanya sempurna, hingga proses finishing karya yang menentukan kualitas akhir hasil . Teknik penggoresan pena pun dibahas, agar menghasilkan goresan yang indah.

Sesi ini sangat membuka wawasan para santri, karena mereka bisa langsung mengaplikasikan tips-tips ini dalam latihan sehari-hari.

Ust. Mahfudzi Rasyid memberikan kenang-kenangan kepada Ust. Huda Pengasuh Pesantren HAAC Pati

 

Berkah Kaligrafi yang Membangun Karakter

Hal menarik lain yang disampaikan Ustaz Huda adalah tentang berkah kaligrafi yang melampaui keindahan tulisan. Ia bercerita bahwa proses belajar khat membawa dampak positif pada sikap dan psikologisnya. Misalnya, beliau menjadi pribadi yang lebih sabar, tidak mudah marah, dan semakin dekat dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ayat suci yang ia tulis. Seni kaligrafi menyimpan banyak sirr – rahasia yang sangat memengaruhi karakter pribadi seorang kaligrafer.

Pesantren HAAC: Wadah Berkarya Sejak 2019

Pesantren HAAC sendiri didirikan pada tahun 2019 dan sejak itu menjadi pusat kreativitas serta pembelajaran kaligrafi yang serius. Dengan didukung para pengajar kompeten seperti Ustaz Huda, pesantren ini semakin dikenal sebagai tempat lahirnya karya-karya kaligrafi yang tak hanya indah secara visual, tapi juga memiliki makna mendalam.

Membangun Semangat dan Menyiapkan Generasi Kaligrafer Masa Depan

Rihlah tahunan ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah kesempatan emas bagi para santri untuk mendapat inspirasi, pengetahuan baru, dan membangun niat kuat dalam seni kaligrafi. Persahabatan antar pesantren terjaga dengan baik, dan semangat belajar serta berkarya semakin membara di hati masing-masing santri.

Dengan adanya momen seperti ini, generasi muda kaligrafer Indonesia diyakini akan terus tumbuh dan mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *