Alumni Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang Raih Juara 1 Kategori Diwani jali Kompetisi Kaligrafi Internasional IRCICA 2025

Alumni Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang Raih Juara 1 Kategori Diwani jali Kompetisi Kaligrafi Internasional 

 

Karya Ust. Nafang, Juara 1 Kategori Diwani jali

 

**JOMBANG, 27 Mei 2025** – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang di kancah internasional. Ust. Nafang Permadi Mulyani Utama berhasil meraih juara 1 dalam kategori Diwani jali pada Kompetisi Kaligrafi Internasional ke-13 tahun 2025 yang diselenggarakan oleh IRCICA (Research Centre for Islamic History, Art and Culture).

 

Kemenangan Ust. Nafang ini sangat membanggakan karena ia berhasil mengalahkan peserta-peserta terbaik dari berbagai negara dalam kategori yang sangat kompetitif. Karyanya dalam gaya kaligrafi Diwani jali menampilkan keindahan seni kaligrafi tradisional dengan teknik yang sempurna, berhasil memukau juri internasional dan menempatkannya di posisi teratas.

 

Karya kaligrafi Ust. Nafang yang berbentuk bulan sabit (hilal) menunjukkan kreativitas tinggi dalam menggabungkan bentuk artistik dengan keindahan tulisan Arab. Komposisi yang harmonis dan teknik penulisan yang presisi menjadi kunci keberhasilannya meraih gelar juara pertama.

 

 Perjalanan dari Pesantren SAKAL hingga Juara Dunia

 

Ust. Nafang  adalah alumni Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengembangkan kemampuan kaligrafinya. Pesantren yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur ini memang dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran kaligrafi terkemuka di Indonesia.

 

Setelah menyelesaikan pendidikannya di pesantren, Ust. Nafang terus mengasah kemampuannya dan mengembangkan gaya kaligrafi yang khas. Kemenangannya dalam kompetisi IRCICA ini membuktikan bahwa pendidikan yang diterimanya di Pesantren SAKAL memberikan fondasi yang sangat kuat untuk bersaing di tingkat internasional.

 

Keunggulan Kaligrafi Diwani jali

 

Kategori Diwani jali yang dimenangkan Ust. Nafang merupakan salah satu gaya kaligrafi yang paling menantang. Diwani jali adalah variasi dari kaligrafi Diwani yang lebih rumit dan memerlukan tingkat keahlian tinggi. Gaya ini dikembangkan pada masa Kesultanan Utsmaniyah dan sering digunakan untuk dokumen-dokumen penting kerajaan.

 

Karakteristik Diwani jali terletak pada kerumitan huruf-hurufnya yang saling berjalin dan membentuk komposisi yang sangat artistik. Setiap goresan harus dilakukan dengan presisi tinggi untuk menghasilkan keseimbangan visual yang sempurna.

 

 Tentang IRCICA dan Kompetisi Bergengsi

 

IRCICA (Research Centre for Islamic History, Art and Culture) adalah lembaga penelitian internasional yang bernaung di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Didirikan pada tahun 1980 dan berkantor pusat di Istanbul, Turki, IRCICA memiliki misi utama untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan warisan sejarah, seni, dan budaya Islam.

 

Kompetisi Kaligrafi Internasional IRCICA yang ke-13 ini merupakan ajang paling bergengsi bagi para kaligrafer Muslim di seluruh dunia. Kompetisi ini tidak hanya bertujuan melestarikan seni kaligrafi Islam, tetapi juga mendorong inovasi dan kreativitas dalam pengembangan seni tradisional yang telah berusia berabad-abad ini.

 

Prestasi Ust. Nafang Utama ini menjadi kebanggaan luar biasa bagi Pesantren Kaligrafi SAKAL Jombang. Pencapaian juara 1 di tingkat internasional ini membuktikan kualitas pendidikan kaligrafi yang diberikan pesantren mampu melahirkan kaligrafer-kaligrafer world class.

 

“Ust. Nafang telah membuktikan bahwa alumni pesantren kami mampu bersaing dan bahkan unggul di tingkat dunia. Ini adalah hasil dari pembelajaran yang konsisten dan dedikasi tinggi terhadap seni kaligrafi Islam,” ujar salah seorang pengurus pesantren.

 

Dengan meraih juara 1 dalam kategori Diwani jali pada Kompetisi Kaligrafi Internasional ke-13 IRCICA tahun 2025, Ust. Nafang  telah mengukir sejarah baru dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Prestasi ini juga membuktikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan luar biasa dalam melestarikan dan mengembangkan warisan seni Islam yang bernilai tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Tujuh Santri Pesantren Kaligrafi SAKAL Raih Prestasi Internasional di Iraq

Tujuh Santri Pesantren Kaligrafi SAKAL Raih Prestasi Internasional di Iraq

Kaligrafi “Tahiyyat” dan Pentingnya Tauqi’ (tanda tangan) pada Karya Kaligrafi

Kaligrafi “Tahiyyat” dan Pentingnya Tauqi’ (tanda tangan) pada Karya Kaligrafi

Khat adalah Seni Arsitektur Ruhani

Khat adalah Seni Arsitektur Ruhani